Rabu, 21 Desember 2011

Happy Mother's Day (˘⌣˘)ε˘`)

Akhirnya bisa nulis blog ini lagi.. Setelah sekian bulan gak nulis.. Next, Kali ini aku mau sedikit menulis tentang hari spesial di muka bumi ini, yang pasti bukan hari ulang tahun ataupun hari kebangsaan, hehehe..

Sosok seorang Ibu siapa sih yang tidak mencintai seorang Ibu? Bohong besar kalo mereka yang tidak mencintai Ibunya. Yuuuups.. guys kali ini aku terinspirasi dari hari Ibu tahun ini. I Love You, Mom ;). Gak cuma di hari ibu orang - orang menspesialkan Ibunya. Tapi setiap hari juga bisa, cuma hari Ibu ini dikhususkan karena peran seorang Ibu itu sebenarnya lebih besar daripada seorang Ayah. Dimana Ibu yang mengandung kita selama 9 bulan, membesarkan kita bertahun - tahun, mendidik kita, memberi kita perhatian dan kasih sayang yang tulus tanpa menginginkan imbalan apapun. Ouuuh.. terimakasi Ibuku :). Yaa.. Aku pribadi pun sayang sekali dengan Ibuku, disaat beliau selalu memberi nasihat - nasihat bijak, disaat beliau selalu mengerti aku, dan merasakan feel saat aku gak sama beliau, dia pasti rasakan. Sesakit apapun anaknya melawan, Ibu gakan pernah menangis didepan kita, dia pasti bakal tetep tersenyum dan menahan air matanya demi kita jadi yang terbaik, pilihan apapun yang kita pilih beliau gakan pernah protes, asalkan semua itu gak merugikan diri kita sendiri. 

Doa Ibu sangat kuat, setiap dia berdoa pasti selalu dia mendoakan kita, tapi kita? Kita kadang lupa untuk mendoakan beliau. Tidak ada salahnya, mulai sekarang kita belajar untuk lebih mengerti Ibu kita sendiri. Memahami apa yang dia ucapkan disetiap perkataanya. Mungkin dengan itu jalan kehidupan kita akan lebih bahagia selain berucap syukur terhadap Tuhan. Karena Tuhanlah yang selalu menitipkan doa Indahnya pada Ibu kita sendiri o:) I Love You, Mama.. Disetiap tawa dan candamu adalah anugrah terindahku :')
Ini foto Mamaku :) 


Sabtu, 23 April 2011

Ketika Dia Menyakiti dan Meninggalkan Kita

Apa? Kamu bosan denganku?
Kenapa? Aku salah apa sama kamu?
Aku gamau kehilangan kamu, aku sayang banget sama kamu.

Sering dengar kata-kata itu?
Atau pernah mengalami hal seperti itu?

Pasti saja hampir setiap orang pernah mengalami hal itu dalam percintaanya. Disaat kita sudah terlalu sayang sekali dengan dia, tiba-tiba dia bilang bosan, jenuh sama kita. Sediiihhhh :'(. Sebenarnya apa salah kita, sampai-sampai dia segampang itu mengatakan kata bosan. Entahlah, pada saat itu juga pasti kita akan berfikir, kita orang paling terburuk di dunia ini, karena dia sampai segampang itu meninggalkan kita. Air matapun tidak henti-hentinya keluar, hingga mata bengkak pun kita rela terlihat, hanya karena kita tidak rela kehilangan dia. Ingin mencoba kembali dengannya?. Iya, tidak sedikit yang melakukan berbagai cara juga hanya karena ingin kembali ke pasangan kita itu. Tapi terkadang hasilnya pasti nihil, bahkan bisa saja dia malah memanfaatkan kita atau kasihan dengan kita. Sungguh konyol hal seperti itu, rasanya manusia hanya dia saja. STOP!!.

Hurry up, come on..

Saatnya bangkit dan jangan pernah mengharapkan dia kembali padamu, sekalipun kamu sangat menyayanginya. Dia tidaklah sebaik yang kau pikirkan karena telah menyakitimu semena-mena. Kamu tahu hal yang pertama harus kamu lakukan setelah dia mengatakan bosan adalah kamu langsung ambil tindakan, dengan menanyakan padanya, "Kamu bosan kenapa? (meskipun hati sudah sakit dan menangis) setelah dia menjawab alasannya, apapun itu, pasti dia mengatakan banyak hal agar kamu tidak sakit hati, karena biasanya seorang yang bosan dengan kekasihnya takut untuk bertindak. Jadi cepatlah kamu ambil tindakan, untuk segera memutuskan dia. Jangan mau kamu digantung sebagai kekasih, karena akan menyakiti dirimu sendiri nantinya. Jangan pernah kamu berfikir, kamu akan menderita tanpa dia, karena kamu akan lebih bahagia bila telah melepas orang yang tidak pernah bisa sayang denganmu.

Yeeaahh, semoga catatan ini bisa bermanfaat buat yang sedang punya masalah cinta :)
God bless us all :*

Jumat, 22 April 2011

Bundaku Sayang Selamanya

Bunda dia yang mengandung selama sembilan bulan, dengan lelah dia mengandung dan kesakitan saat melahirkanmu, sampai deti inipun hanya sedikit yang bisa kau beri untuknya..

Kau akan ingat ini tentang Bundamu :')

Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu.
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.

Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.

Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.

Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna.
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.

Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.

Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya, kau berteriak."NGGAK MAU!!"

Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.

Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.

Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus bahasamu.
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.

Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.

Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.

Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah.

Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.

Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan.
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.

Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, "Dari mana saja seharian ini?"
Sebagai balasannya, kau jawab,"Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!"

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya, kau katakan,"Aku tidak ingin seperti Ibu."

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh,"Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?"

Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,"Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!"

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, kau jawab,"Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu."

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.

Jadi, ingatlah bagi kaum wanita..
Hargailah Ibumu, jikalau suatu saat nanti kau ingin anak yang kau lahirkan juga mengahargaimu sebagai seorang IBU..
Dan bagi kaum lelaki hargailah Ibumu jikalau kau ingin mendapatkan surga kebahagiaan yang terindah..

Ingatlah saat Ibumu bahagia ketika Ia melihatmu yang sudah bisa tertawa lepas ;)



















 Ingatlah ketika Ibumu berusaha menceritakan kamu banyak hal meskipun kau tak mengerti ;)















 Ingatlah saat Ibumu selalu ingin menjagamu walau hanya menggenggam tanganmu ;)













Meskipun kamu telah selalu membalasnya dengan kasar, meskipun kau sering melupakan dan selalu menyakiti hati Ibumu karena Ia tak pernah bisa memberi apa yang kamu mau. Disana Ia akan selalu sabar menuntunmu, Ia tidak akan membencimu karena Ia sangat mengerti apa yang kamu rasa meski Ia tidak berkata apapun. Ia akan selalu sabar dan selalu mengingat apapun yang kamu lakukan dan tidak akan pernah menyakitimu sedikitpun seumur hidupnya, karena kamu adalah darah dagingnya yang pernah Ia kandung selama 9 bulan lamanya ;)
Meski hanya ucapan terima kasihpun Ia akan bahagia mendengarnya ;)
I love you so much , Mom :*

Proud to Learn from Children

Baru saja aku mendapatkan pelajaran baru tentang arti kasih sayang dikehidupan ini. Pengalaman ini aku dapatkan dari seorang anak kecil yang manis berusia 11tahun. Namanya "Iluh", aku bertemu dengannya saat aku mengikuti acara kampus dan menginap di salah satu SD tempatnya mencari ilmu. Aku tidak sengaja bertemu dengannya di jalan saat akan ke SD. Langsung saja aku berkenalan dengannya, dan ternyata dia seorang gadis yang mudah diajak berteman. Hanya beberapa saat saja aku berbincang dengannya dan saya berpisah dengannya.

And tomorrow..

Aku tak menyangka aku bertemu dengannya lagi dan aku masih ingat wajah lugunya itu. So cute baby :). Akupun langsung memanggilnya untuk bercanda tawa denganku dan temanku yang lain. Iluhpun bercerita tentang kehidupannya, bahwa sudah 2hari dia ditinggal orangtuanya ke kota. Dari sanalah aku melihat, wajah iluh yang sedikit bersedih saat menceritakan orangtuanya yang jarang dirumah bersamanya. Dia hanya tinggal bersama neneknya dan beberapa saudaranya saja. Hemm, aku ikut bersedih. Kemudian, iluh bercerita juga kalau dia habis mengikuti lomba dan dia kalah karena ada yang curang saat mengikuti lomba, saat aku coba menghiburnya dia berkata "Nggak apa apa dah, iluh kalah, namanya juga lomba". Oh my God, aku bener2 tersentuh mendengar perkataanya itu, dia terlalu lugu untuk bisa berfikir seperti itu. Aku bener2 bangga sama dia. Siang harinyapun aku dan teman2ku menumpang mandi dirumahnya yang tidak jauh dari SD. Diperjalanan menuju rumahnya, tiba2 iluh bertemu ayahnya dan dia langsung memberi uang kepada ayahnya, namun ayahnya mengembalikannya dan berkata, dia akan pergi ke kota lagi, disana aku  melihat lagi wajah iluh yang bersedih hanya bertemu ayahnya sebentar, rasanya dia sangat merindukan kasih sayang orangtuanya :'(. Sesampainya dirumah iluhpun, dia ternyata langsung mencuci pakainnya. Aku tersentak. Ya Tuhan, kenapa gadis sekecil ini sudah melakukan hal seperti ini ya? Aku benar2 ingin sekali menangis pada saat itu, tapi tangisanku harus aku ganti dengan senyuman kebanggaan. Hemm.. Aku sungguh bahagia bisa bertemu gadis kecil yang aku nilai bisa berfikiran dewasa di umurnya yang masih 11tahun.

Pada hari itu aku banyak bercerita bersama iluh, sampai akhirnya aku dipisahkan oleh waktu, aku harus pergi meninggalkan dia karena memang aku harus kembali pulang. Jujur, sedih rasanya saat itu karena aku harus berpisah dengan sahabat kecilku, aku hanya bisa mencium pipinya untuk yang terakhir kalinya. Kapan aku akan bertemu dia lagi? Jarak yang sangat jauh memisahkan aku dan iluh. Sampai detik ini aku masih sangat merindukannya kelincahan dan keluguan dari seorang gadis kecil bernama Iluh itu :')

ini fotoku bersama beberapa anak SD, seusai Iluh (paling kiri)mengikuti lomba :)

















aku dan iluh saat menonton pertandingan sepak bola :')



















ini fotoku dengan iluh dan adiknya saat mereka mengunjungiku ke tempat beristirahat :')















missing all moment with her :')

Dari sana aku belajar, dimana aku sangat bahagia karena aku masih bisa ditemani orangtuaku sampai detik ini, meskipun aku sering membuat mereka marah dan khawatir. But, i love my parents so much :'). Aku banyak ditemani keluargaku ketimbang yang lainnya, mereka sangat berarti dalam hidup aku :*

Love? Sad and Happy?



Kehidupan identik dengan kata CINTA ?
Ya, semua orang akan menjawab IYA .
Cinta dari orang tua, saudara, sahabat dan teman. Semua orang berhak mencintai dan dicintai. Ya dari sini aku akan ceritakan beberapa pengalaman percintaanku selama aku hidup. Sesungguhnya, aku baru mengenal cinta saat aku lulus dari bangku SMA. Dimana aku baru bisa memilih mana yang baik dan tidak baik untuk hidupku. Bagi sebagian orang aku bukanlah wanita yang cantik, namun aku wanita yang lucu saat dipandang :). Aku juga tak pernah memandang lelaki dari segi fisik, tapi aku memandang lelaki dari segi dia bisa menghargai aku sebagai seorang wanita. Bagiku, lelaki yang baik adalah lelaki yang bisa menjaga dan tulus saat bersamaku. 
Hurry up :)
Percaya tidak kalau ketulusan dan pengorbanan kita biasanya tidak pernah dihargai oleh orang yang kita sayang ?
Yuuppss, aku telah membuktikannya, dimana aku adalah wanita yang sering disakiti lelaki yang aku sayangi (duluuu tapi, haha). Aku terlalu suka menyayangi orang sampai berkorban segala hal, mungkin ini konyol tapi ini kenyataan. Aku pertama kali suka sama lelaki itu saat kelas 2SMP, itupun aku nggak ngerti kenapa bisa terjadi, hahaha. Bodo lah :D. Tapi semenjak aku menjadi anak kuliahan, disana aku baru mengerti kalau memilih itu susah untuk hidup ini, dan aku juga sangat berharap pilihanku itu bisa bawa aku ke masa depan bersama dia :) (astungkara).

Ternyata memang susah membedakan lelaki yang benar-benar tulus dan enggaknya sama kita ya --''. Beberapa bulan lalu, aku baru saja putus dengan mantan aku, aku pacaran dengannya selama 3bulan lebih. Awalnya, aku sangat yakin kalau dia beneran tulus sama aku dari sikap dia dan pengorbanan dia kalau sama aku. Walaupun, kalau pengeluaran aku yang sering bayarin. Tapi, sifat orang siapa sih yang tau selain TUHAN.

DAMN!!!
Ternyata, lelaki yang aku pacarin itu ngga lebih dari seorang pecundang kelas kakap. Sekalipun, dia ngga punya nyali buat putusin aku duluan, mungkin takut aku sakit hati ya? hmm. Okey, but you're fucking man!! Sampai detik ini, lelaki yang paling aku benci ya kamu, setelah aku tahu, kalo kamu ternyata seorang playboy yang ndak bermodal aku gak nyesal udah putusin kamu. Sungguh, aku benar-benar sakit hati dibuatmu setelah tahu kamu ternyata pembohong dan pecundang :(. Tapi aku bahagia bisa pisah denganmu. Di awal pikiranku hanya satu, kamu bukan jodohku, jadi jauhlah kau kesana :D. Aku hanya bisa mengambil sisi positif itu saja.

Dari kamu aku belajar banyak hal, dimana aku harus lebih berhati-hati saat mengenal lelaki. Sifat seseorang tidak bisa ditebak sampai kapanpun, mungkin sekarang kamu baik, tapi besok bisa saja kamu berubah 180 derajat.

Let's wake up, baby :)
Kesedihanmu nggak harus kamu perpanjang, begitu kata seorang sahabatku. Sekalipun dia menyebalkan, tetapi dia bisa mendewasakanku sedikit demi sedikit. kook jadi meloo yaa :D
Jalani saja hari hari dengan senyuman indahmu yang dikasi TUHAN :)

Sekarang aku telah memilih lelaki pujaanku untuk hidupku ke depan (astungkara) :)
Aku melihat suatu perbedaan dari lelaki ini, hmm..
Alid, gitu sih waktu baru kenal. Tapi kalo bagusnya dia dipanggil gerang aja ahh, lebih unik dan menarik, karena menggambarkan fisiknya, hahah :D
Saat ini, aku lebih lebih dan lebih menyayangi dia. Aku bangga saat mendengar semua ceritanya. Dia sangat dewasa dimataku. Dan aku berharap "hopefully lasting with Him :)" ---->> Gede Alit Mantika :). Tetaplah menjadi kekasih yang aku banggakan :*

Kamis, 21 April 2011

Aku dan Mereka

Siapa aku sebenarnya?

Kenapa aku harus hidup?

Untuk siapa aku hidup?

Ya, aku diciptakan Tuhan menjadi mahluk yang indah (wanita), aku bersyukur karena Tuhan memberikanku fisik selayaknya manusia biasanya. Dengan rambut yang lurus, dua mata yang indah, hidung, mulut, dua tangan dan dua kaki yang sangat aku syukuri sampai detik ini di usiaku yang ke 19. Kehidupanku juga sangat aku syukuri karena aku diberikan orangtua yang sangat menyayangi dan mencintaiku dari aku lahir sampai beranjak dewasa sekarang. Dan aku tak pernah berhenti berdoa pada Tuhan karena kehidupanku juga sangat berkecukupan untuk setiap harinya.

Terima Kasih Ida Sang Hyang Widhi Wasa :)

Aku bukanlah wanita yang pandai saat sedang mengikuti pelajaran, tapi aku hanya seseorang yang suka memperhatikan setiap kata yang diberikan seseorang saat mereka bertanya kepadaku dan mendengar perkataanku. Dari sanalah aku belajar untuk selalu menghargai orang lain, meskipun banyak orang yang tidak bisa menghargaiku.
Not bad, itulah kehidupan :)

Dimana kalian sesungguhnya mendapat pelajaran kehidupan?

Hanya orang lain yang mampu memberi kita arti kehidupan, saat mereka menceritakan kehidupannya suka duka apapun itu, saat itulah kita merasa kita tidak akan pernah bisa jauh dari nasib mereka.
Sekaya apapun kita, pasti akan pernah merasakan kemiskinan apabila kita angkuh menjalani kehidupan.
Secantik dan setampan apapun kita, pasti orang lain akan melihat dari sisi dalam kita, bukan berteman dengan fisik kita.

Banyak hal yang tidak kita ketahui dalam diri kita, tetapi ketahuilah bahwa kita tetap bisa menghargai orang lain sampai kapanpun itu :)














Hakikat Kehidupan Manusia

Ada seorang wanita ini berumur tujuh puluhan. Pernahkah Anda membayangkan bagaimana orang seusia ini menilai hidupnya ?. Jika ada yang ia ingat tentang hidupnya, tentunya berupa suatu “kehidupan yang cepat berlalu”.
Ia akan berkomentar bahwa hidupnya tidaklah “panjang” sebagaimana impiannya di usia belasan. Mungkin tak pernah terlintas dalam benaknya bahwa suatu hari ia akan menjadi begitu tua. Namun kini, ia dicekam oleh kenyataan bahwa ia telah meninggalkan tujuh puluh tahun di belakangnya. Ketika muda, mungkin tak pernah terpikir olehnya bahwa kebeliaan dengan segala gairahnya akan berlalu begitu cepat. Bila pada usia senja ia diminta untuk menceritakan kisah hidupnya, kenangannya akan terangkum dalam pembicaraan hanya selama lima atau enam jam saja. Hanya itulah yang tersisa dari yang disebutnya sebagai “masa tujuh puluh tahun yang panjang”.

Sampai detik ini, manusia tak pernah mengerti mengapa harus menjalani hidup, susah payah, bekerja dan mencari uang untuk kehidupannya, padahal mereka hidup dengan tujuan kebahagiaan. Namun, kenapa harus ada kematian, yang jelas-jelas manusia tidak menginginkannya. Kehidupan dilakukan susah payah, namun Kematian dilakukan sangat mudah. Itu menjadi pertanyaan besar. Akhirnya, manusia hanya bisa berusaha dan lebih banyak pasrah akan hidupnya karena hanya Tuhan yang tahu jalan hidup mereka.