Kamis, 21 April 2011

Hakikat Kehidupan Manusia

Ada seorang wanita ini berumur tujuh puluhan. Pernahkah Anda membayangkan bagaimana orang seusia ini menilai hidupnya ?. Jika ada yang ia ingat tentang hidupnya, tentunya berupa suatu “kehidupan yang cepat berlalu”.
Ia akan berkomentar bahwa hidupnya tidaklah “panjang” sebagaimana impiannya di usia belasan. Mungkin tak pernah terlintas dalam benaknya bahwa suatu hari ia akan menjadi begitu tua. Namun kini, ia dicekam oleh kenyataan bahwa ia telah meninggalkan tujuh puluh tahun di belakangnya. Ketika muda, mungkin tak pernah terpikir olehnya bahwa kebeliaan dengan segala gairahnya akan berlalu begitu cepat. Bila pada usia senja ia diminta untuk menceritakan kisah hidupnya, kenangannya akan terangkum dalam pembicaraan hanya selama lima atau enam jam saja. Hanya itulah yang tersisa dari yang disebutnya sebagai “masa tujuh puluh tahun yang panjang”.

Sampai detik ini, manusia tak pernah mengerti mengapa harus menjalani hidup, susah payah, bekerja dan mencari uang untuk kehidupannya, padahal mereka hidup dengan tujuan kebahagiaan. Namun, kenapa harus ada kematian, yang jelas-jelas manusia tidak menginginkannya. Kehidupan dilakukan susah payah, namun Kematian dilakukan sangat mudah. Itu menjadi pertanyaan besar. Akhirnya, manusia hanya bisa berusaha dan lebih banyak pasrah akan hidupnya karena hanya Tuhan yang tahu jalan hidup mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar