Selasa, 26 Maret 2013

Rahasia Stela!

"Stela banguuuuuuuun, sudah pagi ini". Suara mama yang merdu kian bergelombang pagi ini.
"Iya ma, duuhh". Jawab Stela yang masih memeluk bantal guling kesayangannya.
"Kamu ini jadi anak gadis malas banget sih bangun pagi". Sahut Mama kembali.
"Ya ampun Mama, ini kan hari minggu, Mama apaan sih". Jawab Stela setengah sadar.
"Astagaa, Stela ini udah hari senin, kamu kan ada kuliah ntar jam 9, lihat ini udah jam berapa?". Peringat Mama. 
Stela langsung menengok ke jam weker piggy berwarna merah favoritnya. "Astaga, Mama ini udah jam setengah 9, mati Aku!". Stela langsung lari ke kamar mandi dengan hanya menyikat gigi dan mencuci muka.
Mama Stela hanya tertawa melihat Stela yang kelabakan. "Makanya lain kali kamu jangan malas bangun pagi, jadi gini kan kamu telat". Ingat Mama kembali kepada Stela.
"Ya ma, aku berangkat ya udah telat nanti aku ketinggalan bus lagi". Stela pamit ke Mamanya.
"Iya hati-hati ya belajar yang bener". Stela pamit dan mencium Mamanya.

Sesampai dikampus, apa yang Stela pikirkan ternyata terjadi, dosen yang paling kiler sudah mengajar di dalam kelas.
"Aduh, mati gue tu dosen masuk lagi, gimana cara masuk coba udah telat 30 menit lagi, mampus dah!". Stela bener - bener kehabisan akal dan akhirnya gak ikutan kuliah jam pertama itu.
Akhirnya setelah pukul 11.00 kuliah berakhir.
"Eh, Stela loe ngapain gak ikutan kuliah pak Rahmat barusan? Bolos ya loe?". Tanya Chika salah satu sahabat Stela di kampus.
"Aduh Chik, gue telat, gue lupa kalo hari ini senin, tadi aja gue dibangunin Mama, astaga sial banget dah gue hari ini udah tadi nunggu bus lama banget di halte, gilak parah!". Jawab Stela kepada Chika.
"Hahaha, kasian banget sih loe, makanya jangan males loe jadi anak gadis". Ejek Chika ke Stela.
"Ah loe sama aja kayak nyokap gue bawel tau". Sahut Stela kembali.
"Oh iya btw anyway busway, barusan pak Rahmat nyuruh kita buat kerja nyata langsung di perusahaan untuk tugas mata kuliahnya, gilak aja parahnya kita gak boleh satu tempat kerja musti sendiri - sendiri. Mati aja kan? Udah ntar laporannya langsung dikumpul pas udah kelar kerja, tapi untung tempat kerja Papa gue bisa nerima mahasiswa praktek. Hihi.." Beritahu Chika ke Stela.
"Apa? Ih gilak aja gue mesti nyari perusahaan dong ya?" Hmm pikir Stela.
"Oke deh Stel, gue balik duluan ya udah dijemput nih sama Riyan. Byeee". Chika pergi meninggalkan Stela.
"Yaa, hati - hati ya loe. Byee. Stela masih duduk di bangku taman kampus dan berpikir panjang.
Beberapa menit kemudian terdengar suara pesan masuk di Handphonenya.
"Sayang, kamu lagi dimana?". Ternyata itu sms dari kekasih Stela bernama Abby. 
"Aku masih dikampus yang, kenapa?" Balas Stela lagi.
"Aku jemput kamu ya sayang, kita makan siang bareng gimana?". Balasan dari Abby.
"Ok sayang!". Stela langsung menunggu kekasihnya yang bekerja tidak jauh dari tempat kuliahnya.
Stela dan Abby sudah berpacaran sejak Stela masih duduk di bangku SMA kelas 3 dan Abby sudah kuliah semester 4. Sampai sekarang Stela sudah kuliah semester 6 dan Abby sudah kerja dan mapan. Selama 3 tahun itu hubungan mereka selalu baik - baik saja dan tidak pernah putus karena mereka berdua selalu saling mengerti. Orang ketigapun tidak pernah hadir dihubungan mereka padahal mereka berdua jarang bertemu selama berpacaran.
"Sayang, aku bingung mesti nyari tempat kerja dimana buat tugas kuliah aku selama 2 bulan". Rengek Stela ke Abby.
"Ya ampun kamu kerja di tempat aku saja sayang". Jawab Abby.
"Apa? Aduh gak sayang aku mau mandiri tanpa kamu, aku gamau kalo aku kerja malah ketemu kamu jadi nanti kita pacaran lagi. Hehe" Sahut Stela.
"Ok deh sayang, terserah kamu, asalkan kamu jangan macam - macam ya?" Jawab Abby kembali.
"Gak bakal kok sayang, percaya sama aku". Sahut Stela.

Akhirnya setelah seminggu Stela mencari tempat kerja dengan bantuan Abby dia mendapatkannya. Sampai akhirnya Stela memulai hari pertamanya di tempat kerja. Semua karyawan di sana menerima Stela dengan sangat ramah dan baik mengajarkan Stela. Sampai akhirnya..
"Hai, kenalin aku Reza". Sapa seorang pria yang tingginya kira - kira 175 cm dan wajahnya seperti blasteran China dengan senyuman manis.
"Eh, iya aku Stela". Balas Stela ke lelaki itu.
"Kamu baru ya disini?" Tanya Reza.
"Iya Za, baru hari ini, kamu?" Tanya Stela kembali.
"Aku memang kerja disini kok, sudah lama. Salam kenal ya semoga nyaman di tempat ini". Jawab Reza.
"Iya Reza makasi ya". Sahut Stela kembali.
Sampai akhirnya hari demi hari Stela melewatinya di tempat kerjanya yang baru. Setiap jam makan siang Reza selalu mengajak Stela makan bersama. Stela menerima ajakan Reza karena dipikiran Stela apa salahnya menerima ajakan rekan kerja selama dia tidak macam - macam.
Suatu hari di saat Stela dan Reza selesai makan siang, Reza mengajak Stela untuk berbincang - bincang sebentar di taman sebelah kantor.
"Stel, aku boleh tanya sesuatu sama kamu?" Tanya Reza ke Stela.
"Of course! Kenapa tidak? Mau tanya apa Za?". Jawab Stela.
"Apa kamu udah ada yang punya?" Tanya Reza.
"Hihii, Reza kenapa tanya gituan, iya aku udah ada yang punya, udah 3 tahun juga'. Jawab Stela kembali.
"Ya, aku cuma mau bilang walaupun aku sedikit kecewa dengar jawaban kamu Stel, tapi aku mau jujur sama kamu sejak kamu baru datang bekerja ditempat ini, aku ketemu kamu, kamu bener - bener buat aku ngerasa nyaman saat itu, kamu baik banget selama ini. Semenjak itu aku mulai sayang sama kamu dan aku takut kalau sampai kamu gak bisa aku lihat lagi. Maafin aku Stel udah lancang berkata kayak begini". Reza mengungkapkan perasaannya ke Stela.
Setelah itu Stela hanya terdiam dan tak tahu harus berkata apa, dia terkejut dengan pengungkapan Reza ke dirinya.
"Reza, maafin aku, aku gatau kamu sampai segitunya tapi aku gak bisa aku udah ada yang punya Za". Stela menjelaskan ke Reza.
"Ya Stel, aku tahu dan aku rela menunggu kamu walaupun kamu jadikan aku yang kedua aku rela, aku gatau kenapa aku kayak gini yang jelas aku sayang sama kamu dan aku selalu nyaman ada di dekat kamu saat ini". Reza semakin menegaskan ke Stela sambil memegang tangan Stela.
"Makasi Za" Sahut Stela.

Setelah kejadian itu Stela makin bingung dengan perasaannya ke Reza, Reza selalu mencoba perhatian ke Stela. Saat Stela sakit Reza sunggu perhatian ke Stela dengan membawakan makan siang ke ruang kerja Stela dan makan siang bersama. Saat itu juga Reza meminta untuk mengantarkan Stela pulang ke rumah. Stela semakin gak bisa menolak perhatian dari Reza ke dirinya. Reza juga sering memberikan bunga ke meja kerja Stela. Reza tidak perduli lagi dengan apa yang nantinya akan Stela balas ke dirinya. Reza hanya ingin rasa sayangnya ke Stela bisa dia ungkapkan sesuai dengan keinginannya. 

Tetapi Stela tidak bisa membohongi Abby kekasihnya. Stela menceritakan tentang Reza ke Abby. Stela sungguh terkagum dengan kedewasaan Abby yang tidak pernah marah ke dirinya. Abby hanya selalu mengingatkan Stela agar tidak macam - macam ke siapapun. Abby begitu sayang pada Stela bagaimanapun Stela dia selalu sabar karena yang Abby tahu Stela wanita yang paling setia dalam hidupnya dan selalu bisa membuat Abby nyaman. Selama 3 tahun mereka menjalani kisah dengan bahagia dan kedua orang tua mereka sudah saling kenal sehingga tidak mungkin kalau seandainya mereka berdua macam - macam karena semua sudah saling percaya satu sama lain. Stela pun sangat sayang kepada Abby karena bagi dia hanya Abby orang yang selalu bisa membuatnya bahagia selama 3 tahun dan Abby adalah sosok lelaki yang dewasa untuk hidupnya.

Selama ini Stela semakin bingung dengan perasaannya ke Reza, lama - kelamaan Stela merasa sayang ke Reza, apa mungkin karena mereka sering ketemu. Tetapi Stela tidak mau kalau sampai Abby tahu kalau Stela kekasihnya sayang kepada orang lain. Sampai akhirnya saat Stela sedang ada kerjaan untuk memberi arahan training ke perserta training yang baru akan bekerja di kantor tersebut. Reza sudah menyiapkan sesuatu ke Stela. Setelah acara usai Reza langsung masuk ke ruang training dan menahan para peserta.
"Maaf selamat siang, mungkin saya akan meminta waktu kalian sebentar" Reza berbicara di depan peserta training dengan lantang. Reza langsung bersimpuh dihadapan Stela yang saat itu masih berdiri didepan perserta juga. Dengan bingkisan bunga mawar merah dan putih dia menyerahkan bunga itu ke Stela dan menggenggam tangan Stela.
"Stela, aku tidak perduli dengan apa yang kamu jalani selama ini dengan siapapun, yang aku tahu, aku begitu sayang sama kamu, cuma kamu wanita yang bisa membuat aku luluh seperti ini. Aku cuma mau semua orang tahu kalau aku begitu sayang sama kamu, mungkin aku gila, aku gila karena mencintai kamu, kamu sosok wanita yang begitu indah dimataku. Aku cuma mau kamu jawab pertanyaanku sekarang. Maukah kamu menjadi kekasihku saat ini, Stela?" Tanya Reza ke Stela.
Stela tidak habis pikir apa yang dilakukan Reza sampai seperti ini. Lama Stela berfikir, dia ingin menolak Reza tetapi dia tidak bisa bohong kalau dia juga sayang ke Reza karena perhatian Reza selama ini dan dia juga terharu dengan cara Reza menyatakan cinta di depan banyak orang. Stela benar - benar luluh.
"YA, aku mau jadi pacar kamu Reza" Jawab Stela.
Reza sungguh bahagia mendengar jawaban Stela siang itu, dia langsung mencium tangan Stela dan kening Stela saat itu, Stela sempat menangis haru. 

Entah apa yang Stela lakukan saat itu dia benar - benar terjebak nostalgia cinta Reza. Selama dua bulan bekerja disana Stela dan Reza mengikat cinta. Stela sering berbohong pada Abby kekasihnya yang setelah 3 tahun di pacarinya. Stela sering berbohong pulang lembur pada Abby dan orang tuanya sendiri padahal Stela tidak lembur tetapi jalan dengan Reza. Selama itu Abby tidak tahu kalu Stela kekasihnya telah mendua dibelakangnya. Stela tidak habis pikir kalu seandainya Abby tahu, Abby tidak akan pernah memaafkannya. Sampai akhirnya 2 bulan telah berlalu, Stela sudah selesai bekerja di tempat Reza. Setelah itu stela dan Reza juga tidak pernah bertemu, tetapi Reza sering mengajak Stela jalan keluar, namun Stela selalu membuat alasan agar tidak bertemu Reza. Stela tidak pernah merasa rindu kepada Reza, Stela merasa bersalah kepada Abby saat itu dan dia sadar ternyata dia hanya terjebak cinta lokasi sesaat kepada Reza, dia tidak sepenuhnya sayang pada Reza, dia hanya sayang dan kasihan kepada Reza karena sudah sangat menyayangi dirinya.

Sampai akhirnya 2 minggu setelah selesai bekerja Stela sering mengabaikan telfon dan sms Reza. Akhirnya Stela memutuskan untuk putus dengan Reza karena dia tidak mau menyakiti Abby kekasihnya lagi. Sudah cukup dia berbohong pada Abby yang tidak pernah tahu kalau Stela kekasihnya sudah menyakiti dengan menduakannya. Reza menerima keputusan Stela namun Reza akan tetap menyayangi Stela dan menunggu Stela kembali kepadanya lagi. 

Setelah itu Stela seakan ingin membayar kebohongan yang telah dilakukan kepada Abby. Stela semakin memberi perhatian penuh kepada Abby, Stela tidak ingin apa yang dia lakukan kepada Abby sampai diketahui Abby suatu saat nanti dan Abby juga membalas hal yang sama ke dirinya. Stela hanya akan merahasiakan semuanya kepada Abby kekasihnya. Dia tau yang dilakukannya adalah dosa terbesar yang pernah dilakukannya ke Abby tetapi dia akan membayar dosa tersebut dengan lebih menyayangi Abby dari sebelumnya dan mensyukuri apa yang sudah dia miliki saat adalah sudah lebih dari cukup karena Abby sangat tulus menyayangi dirinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar